AR marketing menambahkan elemen digital ke tampilan lingkungan nyata agar orang dapat melihat, mencoba, atau berinteraksi dengan cerita produk. Gunakan AR jika sudut pandang kamera atau hubungan dengan ruang membantu tugas peserta. Jika informasinya cukup disampaikan lewat foto, AR dapat menambah langkah yang tidak perlu.
Tiga penggunaan AR dengan tujuan berbeda
- Visualisasi produk: membantu melihat bentuk atau penempatan objek. Uji skala dan batas representasinya; visualisasi bukan jaminan kecocokan fisik.
- Kemasan interaktif: membuka cerita atau petunjuk dari kemasan. Uji kondisi cetakan, pantulan, dan jarak kamera.
- Game campaign: mengajak peserta melakukan tindakan yang terkait pesan produk. Tentukan langkah sesudah game, bukan hanya skor.
Pada IKEA Save The Ocean, peserta mengumpulkan sampah di lingkungan bawah laut yang memakai karakter hewan dari koleksi produk. Mekanik membantu menjelaskan tema menjaga laut. Contoh ini menunjukkan hubungan cerita dan aksi, bukan jaminan hasil untuk campaign lain.
Mulai dari hambatan pembeli
Jika calon pembeli sulit memahami ukuran produk, visualisasi ruang bisa relevan. Jika masalahnya tidak mengetahui harga atau ketersediaan, menambah AR belum tentu menyelesaikan masalah. Tuliskan hambatan, tindakan AR yang diusulkan, dan keputusan pembeli yang ingin dibantu sebelum menentukan fitur.
Pilih distribusi yang bisa dipakai audiens
WebAR dapat dibuka dari tautan atau QR, tetapi fitur bergantung perangkat dan browser. Untuk social AR, cek dukungan pembuatan dan publikasi efek saat menyusun brief. Baca status filter Instagram dan alternatif channel AR sebelum memakai asumsi platform dari proposal lama.
Siapkan petunjuk izin kamera dan alternatif ketika perangkat tidak mendukung. QR harus membawa peserta ke konteks yang tepat; jangan membuat mereka mencari ulang tombol AR dari homepage.
Ukur langkah yang benar-benar dilalui
- Halaman campaign dibuka.
- Pengalaman AR siap setelah aset dan kamera tersedia.
- Peserta melakukan interaksi utama.
- Peserta menyelesaikan pengalaman atau melihat informasi produk.
- Peserta melakukan CTA yang terukur, seperti membuka produk atau meminta demo.
Bandingkan tingkat kehilangan peserta di tiap tahap. Banyak kunjungan tetapi sedikit AR siap mengarah ke masalah akses atau performa. Banyak sesi selesai tanpa CTA mengarah ke relevansi pesan, penempatan ajakan, atau tawaran yang perlu diuji.
Validasi sebelum memperluas campaign
Jalankan prototipe pada perangkat target dengan materi fisik yang sebenarnya. Pisahkan dugaan manfaat dari hasil yang sudah diukur; peningkatan penjualan atau penurunan retur memerlukan data pembanding. Gunakan panduan scope AR campaign dan layanan AR Tenstud untuk memulai brief.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah AR marketing otomatis meningkatkan penjualan?
Tidak. AR perlu menyelesaikan kebutuhan peserta, dan dampak penjualan harus diuji menggunakan data transaksi serta pembanding yang sesuai.
Kapan AR lebih berguna daripada video?
AR relevan ketika posisi, sudut pandang, atau interaksi dengan lingkungan membantu memahami produk. Video bisa cukup untuk penjelasan yang tidak membutuhkan hal tersebut.
