WebAR vs Instagram AR Filter untuk Campaign Brand

Perbedaan WebAR dan AR filter untuk brand campaign, kapan dipakai, dan bagaimana memilih format yang paling rendah friksi.

Masalahnya bukan mana yang lebih canggih

WebAR dan AR filter punya fungsi berbeda. Yang perlu dipilih bukan teknologi yang terdengar paling baru, tetapi format yang paling sesuai dengan perilaku audiens dan target campaign.

Kapan memakai WebAR

WebAR cocok ketika brand butuh pengalaman dari QR code, product page, microsite, booth event, atau campaign yang perlu tracking lebih fleksibel. Audiens cukup membuka browser, tanpa install aplikasi.

Kapan memakai AR filter

AR filter cocok saat targetnya UGC dan social sharing. Format ini kuat untuk challenge, face effect, product frame, atau visual yang sengaja dibuat untuk dibagikan di platform sosial.

Jangan lupa alur setelah orang mencoba

Setelah audiens membuka AR, apa langkah berikutnya? Share, submit data, klaim voucher, lihat produk, atau datang ke booth? CTA setelah experience menentukan apakah AR hanya menarik atau benar-benar berguna untuk campaign.

Baca pendekatan Tenstud di halaman jasa WebAR dan AR filter brand, lihat contoh AR campaign di IKEA Save The Ocean, atau diskusikan brief lewat contact page.

Similiar Blog

SEE ALL